Anak Muntah? Waspada Mungkin Hal Ini Terjadi..

sumber: www.freepik.com

Muntah pada anak perlu diketahui apa penyebabnya, meski terlihat sepele namun muntah pada anak perlu penangan apalagi jika terjadi secara terus menerus. Pada umumnya muntah pada anak akan mereda dengan sendirinya dalam waktu 1 – 2 hari. Namun, jika tidak diberikan pengananan secara cepat dan mengabaikan sang anak maka dapat membuat anak kekurangan cairan yang memiliki dampak yang fatal bagi tubuhnya. 

Ketika muntah, tubuh secara tidak sengaja kehilangan cairan dengan cepat yang mana membuat dehidarasi yang tidak bisa terhindarkan. Bahaya munta pada anak yang disebab oleh dehidrasi ini tidak boleh dianggap remeh. Mulai dari lesu dan lunglai hingga menyebabkan kejang – kejang dapat terjadi kepada sang anak. Bahkan yang paling parah adalah gagal ginjal hingga kehilangan nyawa pada usia muda.

Dalam meminimalisir bahaya muntah pada anak karena dehidrasi, anda harus mengetahui tanda bahaya muntah akibat dehidrasi tersebut. Beberapa ciri – cirinya seperti mulut kering, air mata tidak keluar ketika menangis, rewel, jarang buang air kecil atau air kecilnya hanya sedikit, air mani berwana keruh atau kuning, dan mata cenderung terlihat cekung. 

Tak hanya itu, muntah pada anak jika disertai dengan adanya bercak darah atau muntahnya berwana hijau kekuningan merupakan salah satu tanda bahaya yang harus diwaspadai serta langsung bawa ke dokter terdekat. 

Cara meminimalkan baha muntah pada anak

Untuk bayi senidiri, anda dianjurkan untuk memberikannya susu sesering mungkin agar tidak terjadi dehidrasi. Jika anak sudah berusia 1 tahun maka dapat memberikannya asupan air putih yang banyak dan sering. Berikan juga makan sehat yang membantu mencukupi cairan tubuh sang anak seperti sup bening.

Salah satu alternatif jika diinginkan adalah dengan memberikan anak anda cairan oralit. Cairini ini merupakan cairan rehidrasi yang mana mengandung elektrolit dan juga air yang mana berguna sebagai pengganti cairan tubuh yang keluar ketika muntah. Penerapannya adalah dengan memberikan cairan tersebut sedikit demi sedikit dengan selang waktu 15 menit sekali. 

Setelah anak dapat minum tanpa muntah, berikan makanan dengan tekstur yang halus dan lembut agar dapat dicerna seperti bubur, kentang rebus, dan roti. Bila muntah terus terjadi terus menerus hingga anak tidak bisa makan dan minum sama sekali maka segera bawa ke dokter untuk mendapatkan penangan terbaik. 

Sumber: www.alodokter.com

Open chat
1
Ada yang bisa saya bantu?
Hello
Seamat datang di dfrcollection.com