Mitos yang Menghambat Anak Belajar Banyak Bahasa

Tak bisa dipungkiri bahwa mempelajari lebih dari satu bahasa sangatlah penting di zaman sekarang. Bahasa Inggris, Bahasa Perancis, dan Bahasa China adalah bahasa bahasa yang banyak digunakan di dunia. Sehingga agar bisa bersaing dan bertahan, mempelajari banyak bahasa mutlak diperlukan.

Mempelajari sejak dini akan memudahkan seseorang untuk fasih banyak bahasa. Namun banyak orang tua yang masih enggan mengajari atau mengedukasi anak anaknya untuk bisa berbahasa asing. Banyak orangtua masih percaya mitos mitos tentang dunia pendidikan, khususnya bahasa. Berikut ini beberapa mitos tentang mempelajari banyak bahasa sejak anak anak.

  • Anak akan kebingungan jika belajar banyak bahasa

Ini merupakan salah kaprah yang sering terjadi. Anggapan bahwa anak akan bingung karena banyaknya bahasa yang ia pakai itu adalah salah besar. Justru semakin dini ia mempelajari banyak bahasa sejak dini maka akan semakin mudah ia menguasai bahasa tersebut. 

Selain itu, otak seseorang saat masih anak anak jauh lebih kuat menampung informasi dibanding otak orang dewasa sehingga mereka lebih mudah dalam menyerap bahasa baru.

  • Belajar bahasa secara bertahap, satu bahasa lalu bahasa lainnya

Sebenarnya tahapan ini tidak perlu dilakukan, sebab banyak orang yang setelah mahir satu bahasa juga perlu mengumpulkan motivasi belajar dari nol untuk belajar bahasa baru. Bagi anak-anak hal ini cenderung tidak disukainya. Mengajarkan beberapa bahasa secara bersamaan akan lebih efektif bagi anak, daripada menunggu anak fasih di satu bahasa saja

  • Tidak baik membiasakan anak berbicara dengan bahasa campur-campur

Karena anak mengerti banyak bahasa, tentu saja ia akan mencampurkan bahasa yang satu dengan bahasa lainnya dalam merangkai kata untuk menyampaikan maksud yang ingin disampaikan. 

Ini bukanlah hal buruk, malah ini adalah tanda yang bagus. Karena hal ini menandakan bahwa sang anak mulai mengerti arti yang sama dari banyak bahasa, Tentu saja orang tua harus tetap mengarahkan agar tata bahasanya pas dan tidak acak.

  • Anak akan belajar bahasa sendiri setelah dewasa

Hanya dengan memberi buku buku atau tontonan berbahasa lain tidaklah cukup. Orang tua harus tetap memberikan interaksi bersama dengan bahasa lain sehingga anak tidak belajar dari satu arah saja, melainkan 2 arah secara langsung.

Hal ini bisa membuat anak lebih paham dengan cepat dan tepat. Selain itu, anak akan termotivasi untuk mempelajari bahasa baru lainnya dengan lebih semangat.

Sumber : carapedia.com

Open chat
1
Ada yang bisa saya bantu?
Hello
Seamat datang di dfrcollection.com