10 Karakter Anak Usia Dini yang Perlu Dipelajari Si Kecil

Seperti prestasi akademis, pendidikan karakter juga sama pentingnya. Berikut sepuluh karakter esensial yang perlu dipelajari Si Kecil sejak dini:

1. Rasa ingin tahu
Rasa atau sifat ingin tahu anak yang tanpa henti kadang dianggap mengganggu oleh sebagian orang tua. Namun, itu adalah sifat yang justru harus dikembangkan. Para peneliti dan pengusaha bahkan menyatakan bahwa rasa ingint tahu menjadi akar dari kesuksesan mereka. “Keingintahuan ialah salah satu karakter permanen atau tetap dan berasal dari kecerdasan,” kata penulis asal Inggris, Samuel Johnson.

Rasa keingintahuan mampu menumbuhkan kemauan belajar Si Kecil. Ia pun lebih aktif mencari pengetahuan dan ini bagus terhadap perkembangan otak si Kecil. Pastikan Bunda mendorong rasa keingintahuan Si Kecil. Ajak ia ke tempat baru dan ajari hal – hal yang baru. Berikan beberapa pertanyaan kepada Si Kecil sehingga ia terus tertarik pada dunia sekitarnya.

2. Kemampuan sosial
Kemampuan dalam interaksi sosial adalah bagian dari kehidupan anak-anak maupun orang dewasa. Oleh sebab itu, penting untuk mempelajari kemampuan sosial. Anak-anak yang memiliki sifat sosial, lebih condong dalam berprestasi dan memiliki karakter diri yang lebih baik dan juga mampu mengatasi konflik.

Beberapa anak terlahir dengan kemampuan untuk mudah bergaul. Namun, bagi beberapa anak lainnya, sosialisasi merupakan kemampuan yang tidak mudah. Bermain dengan teman sebayanya, mampu menciptakan kemampuan sosial Si Kecil. Selain itu, Bunda juga dapat membantu menumbuhkan kemampuan bersosial anak yaitu mengajari si Kecil belajar ekspresi wajah atau belajar gesture tubuh.

3. Resiliensi
Hidup akan terasa tidak mudah untuk dijalani, bahkan untuk si Kecil. Setiap manusia hidup membutuhkan kemampuan beradaptasi atau bisa disebut resiliensi demi melewati masa-masa sulit. Ketika anak-anak memiliki resiliensi, ia menjadi lebih tangguh menghadapi situasi buruk apa pun.

Beberapa orang tua terkadang mencoba melindungi anak-anak dari keadaan yang sulit. Namun, penting untuk mengajari mereka tentang resiliensi untuk membantunya bertahan dalam waktu lama. Jika Si Kecil mempunyai masalah dengan temannya, minta mereka untuk menyelesaikannya bersama-sama. Jangan langsung memihak kepada Si Kecil, tapi arahkan ia dengan menempatkan masalah dalam perspektif. Dari sana, Si Kecil akan belajar bahwa masalah dapat diatasi dan tidak sebesar seperti yang terlihat pada awalnya.

4. Integritas
Si Kecil harus memahami karakter integraitas sebelum mereka melakukan kesalahan dan mempertanyakan tentang karakter ini. Diskusikan nilai dan norma yang diterapkan dalam keluarga kepada Si Kecil. Berikan contoh sederhana: misalnya ketika anak Bunda melihat seorang teman menyontek atau mencuri, apa yang biasanya Si Kecil lakukan. Memberikan pertanyaan-pertanyaan seperti itu dapat membantu mempesiapkan Si Kecil ketika menghadapi situasi serupa di dunia nyata.

5. Kemampuan menemukan solusi
Menemukan solusi sangat penting untuk dipelajari karena banyak dicari di dunia kerja jadi perlu juga dikembangkan sejak usia dini. Namun, dengan perkembangan teknologi, mereka bisa mencari informasi dengan mudah di internet. Hal tersebut menjadikan Si Kecil terkadang kurang atau bahkan tidak mempunyai kemampuan untuk menemukan solusi.

Bunda perlu membantu mengasahnya sehingga Si Kecil bisa mampu memiliki ide yang out of the box. Kegiatan yang dapat si Kecil dan Bunda lakukan salah satunya adalah menantang dan mendidik anak untuk membuat benda baru yang berguna dari bahan bekas seperti kardus atau botol bekas.

6. Kreativitas
Kita mungkin akan memikirkan tentang karya seni jika berbicara soal kreativitas. Namun, nyatanya kreativitas bukan cuma itu karena kreativitas melibatkan imajinasi dan sebuah ekspresi kreatif, apa pun bentuknya. Menumbuhkan dan meningkatkan kreativitas si Kecil memiliki berbagai macam manfaat, di antaranya meningkatkan kemampuan kognitif anak, membangun kemampuan berkomunikasi dan perkembangan tumbuh kembang emosionalnya.

7. Empati
Menanamkan sifat empati sangat baik untuk lingkungan di sekitar Si Kecil, dan juga dapat meningkatkan serta menumbuhkan kecerdasan emosional yang lebih baik. Di masa yang akan datang, sifat positif atau karakter ini mampu mengantarkan si Kecil untuk meraih kesuksesan.

Terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan dan meningkatkan karakter empati si Kecil. Salah satu contohnya dengan Bunda sendiri yang menontohkan tentang karakter empati itu sendiri dan mengenalkan si Kecil ke orang-orang yang baru dan berbeda darinya.

8. Tegas
Tegas atau ketegasan ialah suatu sikap yang harus ditumbuhkan kepada si kecil. Karakter ini ialah berbicara tentang sifat keberanian dan karakter percaya diri. Ajari si Kecil supaya berani mengungkapkan pendapat, tetapi juga memiliki sikap hormat terhadap pendapat atau pandangan orang selain dirinya. Lisa M. Schab, pengarang buku Cool, Calm and Confident: A Workbook to Help Kids Learn Assertiveness Skills, mengatakan bahwa bersikap tegas dapat “menumbuhkan wawasan, kebijaksanaan, kesabaran, toleransi, dan penerimaan diri”.

9. Kerendahan hati
Ajarkan si Kecil memiliki sifat rendah hati sejak dini. Karakter rendah hati sangat penting supaya mengajari anak menjadi lebih dewasa di kemudian hari. Ketika Bunda melatih Si Kecil tentang mencintai dirinya sendiri, Bunda juga harus lebih menekankan tentang sikap rendah hati. Karena, karakter rendah hati bisa sejalan dengan rasa percaya diri. Jika Si Kecil memiliki sikap percaya diri, maka suatu saat nanti jangan membual atau berbohong tentang bakat dan suatu hal yang diraihnya.

Melatih karakter rendah hati pada Si Kecil, bisa Bunda ajarkan dengan memberi contoh. Misalnya, Bunda harus mengakui ketika Bunda melakukan suatu kesalahan. Juga memberikan pujian atau ‘selamat’ kepada orang yang memiliki hal yang lebih baik dari Bunda. Nanti, Si Kecil akan termotivasi untuk melakukan hal yang sama.

10. Percaya diri
Para ahli mengatakan, mempunyai rasa percaya diri berbicara tentang kebahagiaan. Karena itu, sangat penting untuk meningkatkan kemampuan dan karakter percaya diri si Kecil. Akan tetapi, menurut mereka, jika Bunda sering memuji si Kecil bukanlah suatu cara yang efektif. Membiarkan Si Kecil gagal atau tidak dapat meraih suatu hal yang mereka inginkan dan mengajarkan anak untuk menyelesaikan masalahnya sendiri, juga dapat membangun karakter percaya diri anak.

Terdapat berbagai macam hal yang bisa dipelajari dalam hidup ini selain ilmu seperti matematika, ilmu sastra, atau bahkan ilmu sains. Ajarkan Si Kecil juga mempelajari nilai – nilai hidup yang penting ini supaya mereka tumbuh dan berkembang menjadi orang dewasa yang memiliki pengetahuan luas, menjadi orang sukses, dan berbahagia senantiasa.

Sumber :www.cussonskids.co.id

Open chat
1
Ada yang bisa saya bantu?
Hello
Seamat datang di dfrcollection.com