Kebiasaan Anak Mengoceh dan Mengapa Orang Tua Tidak Perlu Khawatir!

Anak hanya bisa mengoceh/babbling, jadi saya khawatir. Kapan, ya, anak saya bisa bicara dengan baik?

Di periode babbling, jika anak mengoceh sembari melihat langsung ke wajah orang tua, dan anak bereaksi pada saat orang tua memanggil, berarti tidak perlu khawatir!

Pada periode ini struktur tulang makin terbentuk dan organ pembentuk suara yang terletak di bagian belakang mulut sudah berkembang sehingga anak mulai bisa mengucapkan “au”, “am”, “bwa” dan bentuk ocehan lainnya yang terdiri dari dua bunyi suara sekaligus.

Selain itu, setelah usia 8-9 bulan anak mulai memahami bahwa suara yang dikeluarkan oleh orang di sekitarnya maupun dirinya sendiri itu memiliki makna. Jika anak sudah mampu mengatur bunyi maupun volume suara dan udara yang dikeluarkan dari paru-paru, maka pengucapannya akan semakin jelas.

Di awal babbling, anak berada pada tahap menikmati suaranya sendiri.

Bayi itu mencoba berbagai hal seperti mengubah suara dari tenggorokannya, mencoba mengucapkan kombinasi suara berbeda-beda, dan ia pun asyik sendiri mencoba berbagai hal tersebut. Bahkan pada saat ditinggal sendirian, kadang bayi mencoba eksplorasi pengeluaran bunyi, seakan “bermain” dengan suaranya sendiri.

Anak menyadari peranan suara sebagai “alat” untuk menyampaikan pikiran dan perasaannya.

Bayi yang hingga saat ini hanya mampu menangis untuk menyampaikan perasaannya kemudian mulai memahami bahwa mengoceh merupakan salah satu cara untuk menarik perhatian orang tuanya. Jika selama ini ia hanya bereaksi atas seruan orang dewasa di sekitarnya, maka sekarang ia juga memiliki sarana berkomunikasi dengan orang lain.

Ayo berikan respons terhadap celotehan anak!

Tiap celotehan Si Kecil terdengar, sebisa mungkin berikan reaksi seperti membalas menyapa atau menanggapi. Dengan demikian anak akan merasakan nyaman dan senang karena berhasil “tersambung” dengan lawan bicara. Komunikasi dengan orang dewasa sangatlah penting bagi pertumbuhan anak yang baik.

Periode emas antara anak mulai berceloteh hingga mampu berbicara dengan baik.

Kualitas komunikasi ini sangatlah penting. Biarkan anak mengalami kenyamanan dan kepuasan dari komunikasi dengan lawan bicara, melalui stimulan dan reaksi yang disesuaikan dengan gerak-gerik dan ekspresi wajah Si Kecil. Sederhana saja, cukup dengan membalas senyuman, menjawab celotehan anak dengan tanggapan yang sesuai seperti “iya, ya”, “wah, lucu ya” dan sebagainya. Pengalaman merasakan kenyamanan tersebut sangatlah penting bagi anak. Dengan membangun motivasi berdasarkan perasaan positif inilah anak dapat berkembang secara optimal. Titik awal perkembangan anak usia dini adalah pada komunikasi nyaman dengan orang tuanya.

sumber : shimajiro

Open chat
1
Ada yang bisa saya bantu?
Hello
Seamat datang di dfrcollection.com