Bebaskan Anak Mendesain dan Menata Kamarnya

Serasa baru kemarin putri saya menyukai warna merah jambu. Barang-barangnya didominasi warna tersebut. Menjadi orang tua kadang tak sadar anak-anak cepat sekali tumbuh. 

Putri saya memasuki usia remaja. Dia ingin suasana kamar tidurnya juga berubah sesuai seleranya yang tidak seperti anak-anak lagi.

Sebetulnya sejak tahun lalu dia mengatakan rencananya itu.  Kami sengaja menundanya, lantaran keinginannya masih sering berubah-ubah. 

Warna dinding, misalnya, sekali waktu ingin perpaduan warna lila dan putih. Memang terlihat bagus. Namun, akan cepat membosankan. Saya katakan agar ia memikirkan terlebih dahulu, karena warna tersebut akan menemaninya sehari-hari.

Benar saja, sekitar dua minggu kemudian anak saya berubah pikiran. Akhirnya, warna putih untuk seluruh dinding adalah keputusannya.

Sengaja saya membebaskan putri saya memilih gaya yang sedang tren dan cocok untuk anak seusianya. Suami dan saya hanya memastikan apakah barang-barang tersebut pas atau tidak untuk diletakkan di kamar. Tentu, tugas utama kami merakit, memasang dan meletakkan mebel sesuai tempatnya.

Kamar remaja - foto: HennieTriana

Kamar remaja – foto: HennieTrianaTempat tidur ingin diganti dengan yang lebih besar. Lebih nyaman dan lebih praktis jika temannya menginap, tidak perlu menggelar kasur.

Lantas tempat tidur yang lama, yang kondisinya masih sangat bagus, harus diletakkan di mana? Tak ada jalan lain, harus memasang iklan di surat kabar lokal. Dibuang sayang. Sedangkan menyimpan di gudang juga bukan cara terbaik, hanya menumpuk debu dan akhirnya suatu saat hanya menjadi sampah.

Secara kebetulan, Mika, tetangga sebelah rumah melintas. Kami tawarkan, ternyata dia memang sedang butuh tempat tidur tambahan, karena adik iparnya akan berkunjung.

Oh iya, di sini masyarakatnya biasa menawarkan barang bekas yang masih bagus kondisinya kepada teman, kerabat dan tetangga. Tidak perlu ada rasa ketersinggungan saat ditawari barang bekas. (Barang bekas bukan dalam arti yang rusak dan kondisinya jelek.)

Putri kami akhirnya memutuskan warna putih, abu-abu dan tidak lupa merah jambu yang lembut. Tidak ketinggalan lampu hiasnya. Sepertinya tidak ada kamar remaja tanpa pencahayaan lampu-lampu kecil cantik yang berderet tergantung di atas seutas kabel.

Mode selalu berputar, menghilang, kemudian muncul kembali setelah beberapa tahun. Seperti halnya foto dari kamera polaroid, sejak beberapa tahun belakangan ini digemari kembali. Foto-foto mini yang dihasilkan menjadi hiasan dinding kamar, digantungkan pada kabel lampu hias atau pada kisi-kisi hiasan dinding.

Kisi-kisi hiasan dinding - foto: HennieTriana

Kisi-kisi hiasan dinding – foto: HennieTrianaTahap demi tahap, selesai juga akhirnya kamar putri remaja kami. Dinding bercat putih dengan hiasan khas remaja. Terpasang juga di bagian atas meja belajarnya dua rak untuk meletakkan alat tulis dan pernak-pernik kecil.

Putri kecil kami yang beranjak remaja mulai menunjukkan kemandiriannya. Dia telah selesai menata kamar tidurnya dengan sangat baik. Kamar yang sebelumnya masih penuh boneka-boneka lucu telah “disulap” menjadi ruangan gadis muda yang hangat dan nyaman untuk beristirahat dan belajar.

Tidak ada yang lebih membahagiakan orang tua selain melihat anaknya tersenyum bahagia.


sumberkompasiana

Open chat
1
Ada yang bisa saya bantu?
Hello
Seamat datang di dfrcollection.com