Mempelajari Sifat Kepempimpinan Sejak Dini

Jiwa kepemimpinan perlu dilatih sejak dini. Karena dengan melatih jiwa kepemimpinan mereka, secara otomatis anak-anak akan tumbuh menjadi anak yang mandiri. Ada banyak aktivitas yang bisa mendorong anak untuk memiliki jiwa kepemimpinan, dan beberapa aktivitas ini sudah banyak dilakukan di sekolah-sekolah. Berikut ini adalah tips melatih jiwa kepemimpinan anak sejak usia dini yang dirangkum oleh Kak Zepe:

  1. Kompetisi mematuhi aturan kelas

Seorang pemimpin harus taat pada peraturan. Bila ada seorang pemimpin yang tidak patuh pada aturan yang berlaku, maka hal ini justru akan menjadi bumerang bagi seorang pemimpin. Agar anak-anak bisa mematuhi aturan yang berlaku di kelas, kita bisa memacunya dengan memberikan reward. Misalnya bagi anak-anak yang bisa mematuhi semua aturan kelas, akan mendapatkan sebuah stickerSticker ini nantinya akan ditempel pada sebuah buku khusus. Dan siswa yang terbanyak mendapatkan sticker, akan mendapatkan hadiah di akhir semester.

2. Memimpin barisan

Sebelum masuk kelas, biasanya anak-anak berbaris terlebih dahulu di depan kelas. Pada kesempatan inilah kita bisa menunjuk anak secara bergiliran untuk memimpin barisan. Dengan membiasakan diri memimpin teman-teman satu kelasnya, maka mereka pun mendapatkan kesempatan melatih jiwa kepemimpinan mereka. Anak-anak yang sudah terlatih untuk memimpin barisan, bisa kita tunjuk untuk menjadi pemimpin upacara. Tidak semua anak cinta dengan kegiatan upacara.

3. Menjadi ketua dalam kerja kelompok

Selain kita perlu menggilir anak didik kita untuk menjadi seorang ketua kelas, kita juga perlu menggilir anak-anak didik kita untuk menjadi ketua dalam tugas kelompok. Terkadang anak-anak yang terlihat pendiam dan tertutup akan menampakkan jiwa kepemimpinan mereka dalam tugas kelompok. Anak-anak yang seperti ini perlu dimotivasi saat bisa memimpin dengan baik dalam kelompok kecil. Berikan pujian pada anak-anak yang pemalu dan tertutup bila mereka bisa memimpin teman-temannya dengan baik dalam mengerjakan tugas kelompok. Kita bisa mencalonkan anak-anak yang baik dalam memimpin kelompok kecil sebagai ketua kelas.

  4. Menjadi ketua kelas

Banyak siswa berminat menjadi ketua kelas. Karena dengan menjadi ketua kelas, mereka bisa tampil menjadi lebih sering tampil di hadapan teman-teman yang lain. Hal inilah yang menjadi daya tarik anak-anak untuk menjadi ketua kelas. Karena pada dasarnya anak-anak masih suka mendapatkan perhatian. Saat memilih seorang ketua kelas, kita bisa memberikan “wejangan” bagaimana menjadi seorang ketua kelas yang baik. Misalnya, harus bisa menjadi contoh yang baik, menjaga perkataan, mengikuti aturan kelas, dan lainnya. Hal ini akan menjadi sarana anak-anak berlatih menjadi pemimpin yang baik.

  5. Aktivitas olahraga

Anak-anak paling suka kegiatan ini. Kegiatan yang tergolong santai dan berisi aktivitas yang menyenangkan. Kita bisa menggunakan ajang ini untuk melatih jiwa kepemimpinan anak. Misalnya dengan meminta anak didik kita memimpin pemanasan, memimpin teman-temannya membentuk barisan yang rapi, dan menjadi kapten dalam pertandingan sepak bola.

6.Melatih kemandirian

Seorang pemimpin harus pandai “mengurus” orang lain. Namun bagaimana bisa seseorang yang tidak bisa mengurus dirinya sendiri menjadi pemimpin yang baik. Dalam hal ini kita juga perlu melatih kemandirian anak dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya bila ada anak yang tali sepatunya lepas kita hanya perlu mengingatkan saja, dan biarkan anak didik kita mengikatkan tali sepatunya sendiri. Yang terpenting saat keadaan mendesak, saat kita perlu memberikan pertolongan, kita tidak hanya terkesan membantu saja, namun juga memberikan petunjuk atau bimbingan. Misalnya di dalam kasus anak yang tidak bisa mengikatkan tali sepatunya kita bisa membantu mengikatkan tali sepatunya, namun tetap memberikan bimbingan dan petunjuk cara mengikat tali sepatu. Agar suatu hari ia bisa mengikat tali sepatu secara mandiri.

  7. Mempresentasikan sesuatu di depan kelas

Kegiatan tampil di depan kelas dipercaya bisa melatih jiwa kepemimpinan anak. Karena biasanya anak-anak dengan talenta tertentu akan lebih terlihat percaya diri saat mereka bisa menampilkan suatu pertunjukan tertentu yang sesuai dengan talenta mereka. Itulah yang biasa disebut sebagai karisma. Jiwa kepemimpinan bisa tumbuh saat mereka terlihat percaya diri di depan publik, karena mereka menampilkan sesuatu yang benar-benar menjadi keistimewaan mereka.  Dalam pelajaran kita juga bisa menyisipkan kegiatan yang berbau tampil di depan kelas. Misalnya melakukan presentasi, bercerita, bernyanyi dan lainnya.

  8. Saat berkonflik dengan teman

Seorang pemimpin bisa memberikan solusi untuk setiap permasalahan yang dihadapi oleh anak buahnya. Maka sebagai guru, kita juga perlu melatih mereka untuk bisa menyelesaikan masalah mereka sendiri. Misalnya saat berkonflik dengan teman. Ada kalanya kita memberikan kesempatan pada anak-anak didik kita yang sedang berselisih untuk menyelesaikan masalah mereka sendiri. Kita hanya perlu mendampingi saja dan mengingatkan agar mereka menyelesaikan perselisihan mereka dengan baik, kekeluargaan, dan kesabaran.

1
Hello
Ada yang bisa kami bantu?
Powered by