6 MANFAAT PUASA BAGI ANAK

Puasa merupakan salah satu rukun dalam agama islam yang wajib dikerjakan.  Orang yang diwajibkan berpuasa dalam islam adalah mereka yang telah memasuki usia baligh, baik itu laki-laki maupun perempuan. Dalam islam anak-anak belum diwajibkan untuk berpuasa, namun tak sedikit orang tua yang mulai melatih dan mengajari anaknya untuk berpuasa sejak masih  kecil.

  1. Melatih anak lebih disiplin. Dengan berpuasa, anak menjadi lebih tahu aturan, kapan boleh dan kapan yang tidak untuk makan dan minum, serta jujur.
  2. Anak belajar tentang nilai. Secara umum, orang tua akan berkisah bahwa puasa seperti merasakan lapar orang-orang yang tidak mampu. Menurut Sani, boleh saja menceritakan seperti itu, namun cerita tersebut jika tidak dibarengi hal konkrit, seperti misalnya mengunjungi panti asuhan, atau sedekah, justru akan membuat anak bingung dan pelajaran nilainya hilang begitu saja.

Selain anak bisa merasakan, anak juga bisa menghargai apa yang sudah dia miliki,. Sehingga anak tidak mudah komplain terhadap keinginannya, karena dia mengetahui masih banyak orang yang kekurangan.

  1. Puasa dapat membangun kebersamaan dengan keluarga. Aktivitas sahur atau buka bersama di keluarga membangun kebersamaan antara anggota keluarga.

”Yang tadinya mungkin komunikasinya kurang, bisa terjalin dengan baik ketika sahur atau buka puasa. Yang tadinya sendiri-sendiri, jadi bareng. Dari kebersamaan itu, terbangun kedekatan, konsolidasi dengan keluarga, lebih akrab, menambah kedekatan dalam keluarga,” jelas Sani.

  1. Puasa menambah ilmu pengetahuan. Orang tua bisa menjelaskan pada anak bahwa puasa dapat bermanfaat bagi kesehatan, karena dengan berpuasa tubuh akan mengalami detoksifikasi atau membuang racun-racun dalam tubuh dan membersihkan alat pencernaan.
  2. Selama bulan ramadhan, orang tua bisa melatih anak beribadah lain, seperti sholat berjamaah, mengaji bersama dan hafalan doa.
  3. Membangun kreativitas. Di masa belajar berpuasa, anak sulit mengendalikan diri dalam hal emosi seperti keinginan makan atau minum. Orang tua harus bisa mengalihkan perhatian anak dari rasa lapar dan haus itu. ”Kalau tidak dibantu orang tua, anak agak sulit mengendalikan hal itu,” ujar Sani.

Sumber :

https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id/laman/index.php?r=tpost/xview&id=3352